TUGAS5 / PEREKONOMIAN INDONESIA

1. DEFINISI

A. REVALUASI 

Peningkatan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil.

B. DEVOLUSI 

Pelimpahan kekuasaan dari pemerintah pusat dari suatu negara berdaulat kepada pemerintah pada tingkat subnasional, seperti tingkat regional, lokal, atau negara bagian.

C. EMBARGO 

Larangan yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan impor atau ekspor barang tertentu ke negara lain dalam rangka kebijakan yang berkaitan dengan politik, ekonomi, ataupun kebijakan lain.

D. KUOTA IMPOR

Batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing yang masuk ke negeri itu selama periode tertentu

 

2. MAKSUD DARI “Laju pertumbuhan penduduk lebih besar laju pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

Karena pertumbuhan penduduk adalah stimulus terbesar untuk kemajuan ekonomi maka pertumbuhan ekonomi berlangsung paling pesat pada saat pertumbuhan penduduk paling cepat pula. Jadi apabila petumbuhan penduudk lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi maka akan terdapat permintaan sangat besar dalam penduduk yang bertumbuh, terdapat lebih banyak pembeli untuk produk yang dihasilkan, sehingga secara alamiah produksi makin tumbuh dan makin banyak orang bekerja, dengan demikian kemiskinan terhapus.

 

3. PENGERTIAN KEMISKINAN ABSOLUT DAN KEMISKINAN RELATIF

A. KEMISKINAN ABSOLUT

Kemiskinan absolute merupakan jenis kemiskinan yang berhubungan dengan garis kemiskinan yang didefinisikan secara internasioanal atau nasional. kemiskinan ini terjadi apabila tingkat pendapatannya dibawah garis kemiskinan atau sejumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minimun yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas agar bisa hidup dan bekerja. 

CONTOH:

  • Seorang petugas kebersihan dengan tingkat pengeluaran adalah 600.000 perbulan dengan penghasilan sebesar 250.000 perbulan dengan satu istri dan 3 orang anak, maka angka ini diatas garis kemiskinan dan ini disebut kemiskinan absolut
  • Persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).

 

B. KEMISKINAN RELATIF

Kemiskinan relatif merupakan kondisi masyarakat karena kebijakan pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan. Kemiskinan jenis ini tidak berhubung dengan garis kemiskinan, kemiskinan jenis ini bersumber dari prefektif masing-masing orang, yaitu karena orang tersebut merasa miskin.

CONTOH:

  • Pengahasilan yang anda miliki sebesar UMR dan anda ingin membeli sebuah motor jenis terbaru, namun setelah melihat harga motor tersebut mahal lalu anda merasa pengahasilan yang anda miliki tidak ada artinya.
  • MIisalkan Anda seorang karyawan lama yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan gaji 4.5 juta sedangkan ada karyawn baru yang berpengahsilan 2x lebih besar dari anda, maka anda akan marah dan iri tentunya.

 

SUMBER:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

http://www.sayangihidup.org/content/pertumbuhan-penduduk-dan-pertumbuhan-ekonomi

http://cahyomuhajir.blogspot.com/2011/01/pertumbuhan-penduduk-dan-ekonomi.html

Iklan

TUGAS4 / PEREKONOMIAN INDONESIA

1. TINDAKAN YANG DILAKUKAN BI JIKA PEREDARAN UANG DI INDONESIA MEMICU TIMBULNYA INFLASI

Bank Indonesia (BI) merupakan Bank Central yang mengatur peredaran uang agar tidak terjadi inflasi, namun apabila peredaran uang dianggap menimbukan inflasi, BI akan berupaya untuk mengatur jumlah kebutuhan uang berdasarkan supply dan demand yang sesuai dengan kebutuhan perekonomian nasional. Langkah ini dimaksudkan agar dapat menjaga tingkat inflasi sesuai yang ditargetkan pemerintah atau BI dapat melakukan kebijakan kebijakan sebagai berikut:

1. Politik diskonto: kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dengan menambah atau mengurangi jumlah uang dengan cara menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga
2. Operasi pasar terbuka: Cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities).
3. Peningkatan cash ratio: Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah.
4. Politik uang ketat: Kebijakan untuk mengurangi banyaknya jumlah uang yang beredar.
5. Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.

2. KENIAKAN BIAYA PRODUKSI YANG KURANG DIHARAPKAN DALAM PERKONOMIAN INDONESIA YANG MENYEBABKAN TERJADINYA INFLASI

Jika inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi kurang diharapkan dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dinamakan Cost Push Inflation atau inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi. tingkat penawaran lebih rendah dibandingkan tingkat permintaan. Karena adanya kenaikan harga faktor produksi sehingga produsen terpaksa mengurangi produksinya sampai pada jumlah tertentu. Penawaran agregat terus menurun karena adanya kenaikan biaya produksi.

Apabila biaya untuk memproduksi barang naik berarti harga barang-barang naik, nah kalau harga barang naik berarti orang akan membatasi membeli barang, sedikit menabung juga karena banyak orang jarang membelanjakan uangnya untuk membeli barang, jadi jumlah uang yang dikeluarkan lebih banyak untuk membeli sedikit barang yang hargnya semakin mahal. Hal ini mengindikasikan adanya inflasi pada suatu Negara yang salah satunya disebabkan naiknya boaya produksi.

3. 4 FAKTOR UTAMA TIMBULNYA PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Terjadinya perdagangan internasional tidak lepas dari faktor-faktor pendukungnya, yaitu:

PERBEDAAN SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya dan potensi alam setiap negara pasti berbeda-beda. seperti ada Negara yang mengasilkan cadangan minyak terbesar atau Negara yang mengasilkan tambang Negara dsb. Dengan adanya perbedaan tersebut sangat memungkinkan adanya perdangan antar Negara (Internasional) karena perbedaan hasil produksi.

MEMENUHI KEBUTUHAN BARANG DAN JASA DALAM NEGERI
Sebuah Negara tidak dapat memenuhi kebutuhan Negara nya sendiri. Negara terserbut dapat melakukan Impor-Eskpor untuk melengkapi kebutuhan mereka masing-masing. Dengan ini setiap Negara diharuskan saling bekerja sama.

TINGKAT KEMAMPUAN PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai negara maju pasti berbeda dengan kemampuan penguasaan yang dimiliki oleh negara berkembang. Perbedaan itulah yang dimanfaatkan oleh negara maju untuk “membantu” negara berkembang dalam mengolah sumber daya ekonominya. Seperti Negara yang telah menggunakan teknologi lebih modern dapat memproduksi barang dengan harga lebih murah daripada yang menggunakan teknologi sederhana.

KEINGINAN MEMPEROLEH KEUNTUNGAN DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN NEGARA
Dengan melakukan perdangan internasional sebuah Negara akan dapat meningkatakan pendapatan Negara dan memperoleh keuntungan baik Negara tersebut atau perusaahan seperti mendapatkan keuntungan berupa pajak dari barang atau jasa yang masuk/keluar dari negaranya.

 

Sumber:

http://annisapuspanira.blogspot.com
http://vebbyagustian.blogspot.com/2013/05/inflasi.html
http://annisapuspanira.blogspot.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional#Faktor_pendorong