TUGAS BULAN 3 / KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH, PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH DAN RANCANGAN USULAN PENELITIAN


TUGAS BULAN 3

KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

NAMA: ACHMAD REZA DARMAWAN

NPM: 20213094

KELAS: 3EB07


DAFTAR ISI

KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

1.1 DEFINIS KONSEP LAPORAN ILMIAH

1.2 KONSEP DASAR MEMBUAT LAPORAN ILMIAH

PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

2.1 TAHAP PERSIAPAN

2.1.1 LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH

2.1.2 PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH

2.2 TAHAP PROSES PENELITIAN

2.3 TAHAP EVALUASI

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

3.1 DEFINISI RANCANGAN USULAN PENELITIAN

3.2 MANFAAT RANCANGAN USULAN PENELITIAN

3.3 BENTUK RANCANGAN USULAN PENELITIAN

3.4 ISI RANCANGAN USULAN PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA


1. KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

1.1 DEFINIS KONSEP LAPORAN ILMIAH

Konsep dari laporan ilmiah adalah berkaitan dengan penelitian, fakta, dan objektif dari permasalahan yang dibahas dalam laporan ilmiah. Maka itu laporan ilmiah harus objektif, dan sesuai dengan fakta yang ada, serta disusun secara sistematis.

Penulisan laporan adalah penyampaian pengalaman peneliti dan hasil-hasilnya kepada masyarakat luas sehingga dapat berguna bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan.

1.2 KONSEP DASAR MEMBUAT LAPORAN ILMIAH

Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai laporan ilmiah, yaitu :

  1. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas;
  2. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan (utama) terakhir dari suatu kegiatan ilmiah;
  3. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, dan hasil temuan serta implikasinya;
  4. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk komunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan;
  5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan ilmiah.

 

2. PROSES PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

2.1 TAHAP PERSIAPAN

2.1.1 LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH

Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah

1. Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah, yaitu sebagai berikut:

  • Merumuskan tujuan

Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya.

  • Menentukan Topik

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.

  • Menelusuri Topik

Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran.

3. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah

Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.

4. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah

Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.

 

2.1.2 PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH

1. MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN

Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.

  1. Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
  2. Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
  3. Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
  4. Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
  5. Membuat Kutipan

2. MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN

Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;

  1. Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
  2. Mempersiapkan pedoman wawancara
  3. Melaksanakan wawancara
  4. Mengolah hasil wawancara

 

2.2 TAHAP PROSES PENELITIAN

Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.

a. Tahap Pra Penulisan

  1. Pemilihan dan pembatasan topik
  2. Merumuskan tujuan
  3. Mempertimbangkan bentuk karangan
  4. Mempertimbangkan pembaca
  5. Mengumpulkan data pendukung
  6. Merumuskan judul
  7. Merumuskan tesis
  8. Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline

b. Pemilihan Topik

  1. Apa yang akan kita tulis?
  2. Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
  3. Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
  4. Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.

c. Tahap Penulisan Draf

  1. Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.
  2. Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
  3. Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.

d. Tahap Revisi

  1. Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
  2. Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharingatau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.

e. Tahap Penyuntingan

  1. Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
  2. Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
  3. Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.

f. Tahap Publikasi

  1. Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.
  2. Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.

 

2.3 TAHAP EVALUASI

Tahap terakhir yaitu verifikasi atau evaluasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap sebelumnya diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.

Ada lima kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi setiap bagian dari menulis sebagai berikut :

  1. Fokus.

Apa yang Anda menulis tentang? Apa klaim atau tesis Anda membela? Kriteria ini adalah yang luas, berkaitan dengan konteks, tujuan, dan koherensi dari sepotong tulisan. Apakah topik Anda sesuai untuk tugas? Apakah Anda tetap pada topik itu atau terlena pada garis singgung tidak membantu? Apakah Anda berfokus terlalu teliti atau terlalu banyak? Misalnya, esai tentang Perang Saudara Amerika pada umumnya mungkin terlalu luas untuk esai perguruan tinggi yang paling. Anda mungkin akan lebih baik menulis tentang pertempuran tertentu, umum, atau kejadian.

  1. Pembangunan.

Pembangunan berkaitan dengan rincian dan bukti. Apakah Anda menyediakan cukup bahan pendukung untuk memenuhi harapan pembaca Anda? Sebuah laporan penelitian yang tepat, misalnya, biasanya mencakup banyak referensi dan kutipan untuk banyak karya lain yang relevan beasiswa. Sebuah deskripsi lukisan mungkin akan mencakup rincian tentang, komposisi penampilan, dan bahkan mungkin informasi biografis tentang seniman yang melukisnya. Memutuskan apa rincian untuk menyertakan tergantung pada penonton dimaksudkan sepotong. Sebuah artikel tentang kanker ditujukan untuk anak-anak akan terlihat sangat berbeda dari satu ditulis untuk warga senior.

  1. Organisasi

Organisasi, sering disebut “pengaturan,” menyangkut ketertiban dan tata letak kertas. Secara tradisional, kertas dibagi menjadi, tubuh kesimpulan pengenalan, dan. Paragraf terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik (kesatuan), dan transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis. Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, melayang di antara topik yang tidak berhubungan dengan cara serampangan dan membingungkan.

  1. Gaya

Gaya secara tradisional berkaitan dengan kejelasan, keanggunan presisi, dan. Sebuah stylist yang efektif tidak hanya mampu menulis dengan jelas untuk penonton, tetapi juga bisa menyenangkan mereka dengan bahasa menggugah, metafora, irama, atau kiasan. Penata Efektif bersusah payah tidak hanya untuk membuat titik, namun untuk membuatnya dengan baik.

  1. Konvensi

Kriteria ini meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Meskipun banyak siswa berjuang dengan konvensi, pengetahuan tentang di mana untuk menempatkan koma dalam sebuah kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga untuk menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan dapat membuat bahkan seorang penulis brilian tampak ceroboh atau bodoh, kualitas yang jarang akan terkesan pembaca seseorang.

 

3. RANCANGAN USULAN PENELITIAN

3.1 Definisi Rancangan Usulan Penelitian

Rancang usulan penelitian adalah langkah awal sebelum suatu penelitian akan dimulai yang berguna untuk membuat kerangka awal sebuah penelitian serta memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.

3.2 Manfaat Rancangan Usulan Penelitian

Berikut beberapa manfaat dalam membuat rancangan usulan penelitian:

  1. Menegaskan kedalaman (intensitas) dan keleluasaan (ekstensitas) penelitian.
  2. Sebagai kerangka awal operasional penelitian (blue print).
  3. Mengetahui kelemahan hasil penelitian.
  4. Memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.

3.3 Bentuk Rancangan Usulan Penelitian

Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya

  1. Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
  2. Karangan ilmiah
  3. Skripsi
  4. Tesis magister/disertasi doctor
  5. Laporan proyek

3.4 Isi Rancangan Usulan Penelitian

Isi dari Rancangan Usulan Penelitian terdiri dari beberapa macam yaitu :

  1. Bagian awal : Judul, Identitas Penulis, Tanggal Pengajuan.
  2. Bagian Utama : Perumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Kerangka  Pemikiran Teoritis, Hipotesis, Metode Penelitian dan Jadwal Penelitian
  3. Bagian Akhir   : Daftar Pustaka dan Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR PUSTAKA

http://anitagunadarma.blogspot.co.id/2015/11/konsep-menulis-laporan-ilmiah-bab-9.html

https://yanhasiholan.wordpress.com/2013/01/14/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah/

https://panjisatria15.wordpress.com/2015/05/14/laporan-ilmiah-dan-rancangan-usulan-penelitian/

TUGAS BULAN 2 / KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH, METODE ILMIAH, PENYUSUNAN SINTESIS

TUGAS BULAN 2

1.KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

2.METODE ILMIAH

3.PENYUSUNAN SINTESIS

NAMA: ACHMAD REZA DARMAWAN

NPM: 20213094

KELAS: 3EB07


DAFTAR ISI

  1. KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

1.1 KARANGAN ILMIAH

1.1.1 PENGERTIAN KARANGAN ILMIAH

1.1.2 TUJUAN KARANGAN ILMIAH

1.1.3 LANGKAH-LANGKAH PENULISAN ILMIAH

1.1.4 JENIS KARYA ILMIAH

1.2 KARANGAN NON ILMIAH

1.2.1 PENGERTIAN KARANGAN NON ILMIAH

1.2.2 JENIS KARYA NON ILMIAH

1.3 PERBEDAAN KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

  1. METODE ILMIAH

2.1 PENGERTIAN METODE ILMIAH

2.2 SYARAT DAN KARAKTERISTIK METODE ILMIAH

2.3 TUJUAN METODE ILMIAH

  1. PENYUSUNAN SINTESIS

3.1 PENGERTIAN SINTESIS

3.2 FUNGSI SINTESIS

DAFTAR PUSTAKA


  1. KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

1.1 KARANGAN ILMIAH

1.1.1 PENGERTIAN KARANGAN ILMIAH

Karangan ilmiah adalah suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah yang dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian pustaka dan dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran ilmiah disini adalah pemikiran yang logis dan empiris.

Jadi,dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.

 

1.1.2 TUJUAN KARANGAN ILMIAH

Tujuan pembuatan karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Memberi penjelasan
  2. Memberi komentar atau penilaian
  3. Memberi saran
  4. Menyampaikan sanggahan
  5. Membuktikan hipotesa

 

1.1.3 LANGKAH-LANGKAH PENULISAN ILMIAH

  1. Merumuskan Masalah
  2. Merumuskan Hipotesis
  3. Mengumpulkan Data
  4. Menguji Hipotesis
  5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik
  6. Kesimpulan
  7. Menulis laporan Ilmiah

 

1.1.4 JENIS KARYA ILMIAH

Jenis-jenis yang termasuk karya ilmiah adalah:

  1. Paper (Karya Tulis).
  2. Pra Skripsi
  3. Skripsi
  4. Thesis
  5. Disertasi

 

1.2 KARANGAN NON ILMIAH

1.2.1 PENGERTIAN KARANGAN NON ILMIAH

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

 

1.2.2 JENIS KARYA NON ILMIAH

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah:

  • Dongeng
  • Cerpen
  • Novel
  • Drama

 

1.3 PERBEDAAN KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

Karangan Ilmiah Karangan Non Ilmiah
Data berdasarkan fakta dan bukti Tidak berdasarkan fakta dan bukti
Berpola sistematis tidak memuat hipotesis
fakta yang disimpulkan objektif fakta yang disimpulkan subyektif
tidak persuasif bersifat persuasif
tidak argumentatif gaya bahasa konotatif dan populer
tidak emotif bersifat imajinatif
tidak melebih-lebihkan sesuatu situasi didramatisir

 

  1. METODE ILMIAH

2.1 PENGERTIAN METODE ILMIAH

Metode Ilmiah merupakan langkah atau tahap yang teratur dan sistematis yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah ilmiah. Metode tersebut berawal dari adanya permasalahan yang diperoleh dari pengamatan terhadap gejala-gejala (fenomena) yang terjadi pada suatu objek pengamatan. Sedangkan menurut Barnamid (1994:85), “ metode ilmiah adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu, maka usaha pengembangan metode itu sendiri merupakan syarat mutlak.”

 

2.2 SYARAT DAN KARAKTERISTIK METODE ILMIAH

Syarat-syarat metode ilmiah antara lain:

  • Obyektif
  • Metodik
  • Sistematik
  • Universal

Metode ilmiah umumnya memiliki beberapa karakteristik umum sebagai berikut:

  • Kritis dan analitis
  • Logis
  • Testabiity
  • Obyektif
  • Konseptual dan Teoretis
  • Empiris dan Sistematis

 

2.3 TUJUAN METODE ILMIAH

Tujuan metode ilmiah adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Dapat disimpulkan bahwa tujuan metode ilmiah yaitu:

  • Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
  • Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
  • Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

 

  1. PENYUSUNAN SINTESIS

3.1 PENGERTIAN SINTESIS

Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Kattsoff (1986) menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.

Beberapa contoh dari pernyataan Sintetik adalah :

  1. Langit itu biru.
  2. Budi adalah pria yang menyebalkan
  3. Anjing itu galak
  4. Jerapah memiliki empat kaki

 

3.2 FUNGSI SINTESIS

Sintesis berfungsi untuk Menggabungkan atau mengkompromikan dari pernyataan satu kepada pernyataan lain untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif.  Sedangkan sintesis dalam penulisan karya ilmiah pada dasarnya adalah merangkum intisari bacaan yang berasal dari beberapa sumber. Kegiatan ini harus memperhatikan data publikasi atas sumber-sumber yang digunakan. Dalam tulisan laras ilmiah, data publikasi atas sumber-sumber tadi kemudian dimasukan dalam daftar pustaka.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/7278954/Sintesis

https://www.academia.edu/8593563/PERBEDAAN_KARYA_ILMIAH_DAN_NON_ILMIAH

https://www.academia.edu/8333504/Metode_Ilmiah

http://elvanmahardika.blogspot.co.id/2015/03/tugas-2-softskill-bahasa-indonesia-2.html

https://www.academia.edu/6657670/PBS4_METODE_ILMIAH

 

TUGAS BULAN 1 / PENALARAN ILMIAH, BERFIKIR DEDUKTIF DAN BERFIKIR INDUKTIF

TUGAS BULAN 1

1.PENALARAN ILMIAH

2.BERFIKIR DEDUKTIF

3.BERFIKIR INDUKTIF

NAMA: ACHMAD REZA DARMAWAN

NPM: 20213094

KELAS: 3EB07


DAFTAR ISI

PENALARAN ILMIAH ……………………………………………………………………. 2

  1. CIRI CIRI PENALARAN …………………………………………………………….. 2
  2. JENIS PENALARAN ………………………………………………………………….. 3
  3. UNSUR PENALARAN ILMIAH ……………………………………………………. 3

BERFIKIRI DEDUKTIF ………………………………………………………………….. 5

  1. JENIS PENALARAN DEDUKTIF …………………………………………………. 6

BERFIKIR INDUKTIF ……………………………………………………………………. 9

  1. JENIS PENALARAN INDUKTIF …………………………………………………. 10

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………… 12


  1. PENALARAN ILMIAH

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Menurut Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi”.

Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah proses pemikiran yang logis untuk memperoleh kesimpulan berdasarkan fakta yang relevan (sebenarnya).

Ciri-ciri Penalaran:

  1. Adanya suatu pola berpikir yang luas dapat disebut logika.
  2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.

Jenis Penalaran

Minto Rahayu, (2007 : 41), penalaran dapat dibedakan dengan cara induktif dan deduktif.

1)     Penalaran induktif

Merupakan proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena atau gejala individual untuk menurunken suatu kesimpulan (inferesi) yang berlaku umum.

Proses induksi dapat dibedakan menjadi:

  • Generalisasiialah proses berpikir berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
  • Analogiialah suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan atau inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan beberapa gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri esensial penting yang bersamaan.
  • Sebab akibat, prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa semua peristiwa harus ada penyebabnya.

2)     Penalaran deduktif

Ialah proses berpikir yang bertolak dari prinsip, hukum, putusan yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala atas prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagian dari hal atau gejala diatas.
Unsur Penalaran Penulisan Ilmiah

Menurut Widjono, (2007 : 210), unsur penalaran penulisan ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Topik yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentu yang spesifik dan berisi sekurang-kurangnya dua variabel.
  2. Dasar pemikiran, pendapat, atau fakta dirumuskan dalam bentuk proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau kesalahannya.
  3. Proposisi, mempunyai beberapa jenis, antara lain:
  • Proposisi empirik yaitu proposisi berdasarkan fakta.
  • Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian untuk menyatakan benar atau salahnya.
  • Proposisi hipotetik yaitu persyaratan huungan subjek dan predikat yang harus dipenuhi.
  • Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan predikat.
  • Proposisi positif universal yiatu pernyataan positif yang mempunyai kebenaran mutlak.
  • Proposisi positif parsial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut bersifat positif.
  • Proposisi negatif universal, kebalikan dari proposisi positif universal.
  • Proposisi negatif parsial, kebalikan dari proposisi negatif parsial.
  1. Proses berpikir ilmiahyaitu kegiatan yang dilakukan secara sadar, teliti, dan terarah menuju suatu kesimpulan.
  2. Logika yaitu metode pengujian ketepatan penalaran, penggunaan argumen (alasan), argumentasi (pembuktian), fenomena, dan justifikasi (pembenaran).
  3. Sistematika yaitu seperangkat proses atau bagian-bagian atau unsur-unsur proses berpikir ke dalam suatu kesatuan.
  4. Permasalahan yaitu pertanyaan yang harus dijawab (dibahas) dalam karangan.
  5. Variabelyaitu unsur satuan pikiran dalam sebuah topik yang akan dianalisis.
  6. Analisis (pembahasan, penguraian) dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, mencari hubungan (korelasi), membandingkan, dan lain-lain.
  7. Pembuktian (argumentasi) yaitu proses pembenaran bahwa proposisi itu terbukti kebenarannya atau kesalahannya. Pembuktian ini harus disertai dukungan yang berupa: metode analisis baik yang bersifat manual maupun yang berupa software. Selain itu, pembuktian didukung pula dengan data yang mencukupi, fakta, contoh, dan hasil analisis yang akurat.
  8. Hasil yaitu akibat yang ditimbulkan dari sebuah analisis induktif atau deduktif.
  9. Kesimpulan (simpulan) yaitu penafsiran atas hasil pembahasan, dapat berupa implikasi atau inferensi.
  1. BERFIKIR DEDUKTIF

Berfikir Deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh :

  • Semua mahluk akan mati.
  • Manusia adalah mahluk.
  • Karena itu semua manusia akan mati.

Dapat disimpulkan secara lebih spesifik bahwa argumen berpikir deduktif dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif bergantung pada dua hal, yaitu kesahihan bentuk argumen berdasarkan prinsip dan hukumnya; dan kebenaran isi premisnya berdasarkan realitas. Sebuah argumen deduktif tetap dapat dikatakan benar berdasarkan bentuknya, meskipun isinya tidak sesuai dengan realitas yang ada; atau isi argumen deduktif benar menurut realitas meskipun secara bentuk ia tidak benar.

Jenis Penalaran Deduktif:

Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu:

  1. Silogisme Kategorial

Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya Menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Contoh :

  • Premis Mayor : Tidak ada manusia yang abadi
  • Premis Minor : Socrates adalah manusia
  • Kesimpulan : Socrates tidak abadi
  1. Silogisme Hipotesis

Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Menurut Parera (1991: 131) Silogisme hipotesis terdiri atas premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Akan tetapi premis mayor bersifat hipotesis atau pengadaian dengan jika konklusi tertentu itu terjadi, maka kondisi yang lain akan menyusul terjadi. Premis minor menyatakan kondisi pertama terjadi atau tidak terjadi. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotesis:

a. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:

  • Jika hujan, saya naik becak.
  • Sekarang hujan.
  • Jadi saya naik becak.

b. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:

  • Bila hujan, bumi akan basah.
  • Sekarang bumi telah basah.
  • Jadi hujan telah turun.

c. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:

  • Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul.

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:

  • Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
  1. Silogisme Alternatif

Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain. Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi tergantung dari premis minornya.

Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:

  • la lulus atau tidak lulus.
  • Ternyata ia lulus Jadi, la bukan tidak lulus

Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:

  • Ia di rumah atau di pasar.
  • Ternyata tidak di rumah.
  • Jadi, di pasar

Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:

  • Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain.
  • Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain.
  1. Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun tulisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Entimen atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah “enthymeme” kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme.

Contoh Rumus Entimen:

  • PU: Semua A = B : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat.
  • PK: Nyoman pegawai yang baik.
  • S: Nyoman tidak pernah datang terlambat
  • Entimen: Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baik
  1. BERFIKIR INDUKTIF

Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum(filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)

Ada 3 macam penalaran Induktif :

  1. Generalisasi, Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada. Dibagi menjadi 2 :
  2. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif. Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan. Contoh :
  • Sensus Penduduk.
  • Jika dipanaskan, besi memuai.
  • Jika dipanaskan, baja memuai.
  • Jika dipanaskan, tembaga memuai.
  • Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.

3.  Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif. Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Contoh :

Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.

  1. Analogi.

Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.

Tujuan dari analogi :

  • Meramalkan kesamaan.
  • Mengelompokkan klasifikasi.
  • Menyingkapkan kekeliruan.

Contoh :

  • Ronaldo adalah pesepak bola.
  • Ronaldo berbakat bermain bola.
  • Ronaldo adalah pemain real madrid.
  1. Kausal

Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat. Terdiri dari 3 pola, yaitu :

  1. Sebab ke akibat= Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek. Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.
  2. Akibat ke sebab= Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya. Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.
  3. Akibat ke akibat= Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

Daftar Pustaka:

https://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

http://nurii-thaa.blogspot.co.id/2014/03/konsep-penalaran-ilmiah-dalam-penulisan.html

https://thekicker96.wordpress.com/penalaran-deduktif/

http://tulisanyangsederhana.blogspot.co.id/2015/03/berfikir-deduktif.html

HUKUM PERDATA

TUGAS SOFTSKILL

ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 

“HUKUM PERDATA – KASUS PERCERAIAN”

NAMA ANGGOTA :

ACHMAD REZA DARMAWAN  20213094

ADITYA NUGRAHA                   20213244

ALSHAFIRA RIZQIYA                20213717

AMINAH                                        20213794

ANDINI TRISMAWATI               20213899

KELAS       :  2EB07

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI – JURUSAN AKUNTANSI

ATA 2014-2015

 

LATAR BELAKANG

Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuaanya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya Salah satu bidang hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat dengan saluran tertentu. Hukum perdata disebut juga hukum privat atau hukum sipil. Salah satu contoh hukum perdata dalam masyarakat adalah jual beli rumah atau kendaraan .

Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi:

  1. Hukum keluarga
  2. Hukum harta kekayaan
  3. Hukum benda
  4. Hukum Perikatan
  5. Hukum Waris

Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politikdan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atauwarga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.
Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:

  • Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.
  • Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.
  • Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang(KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer.
  • Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian.

Dalam hal ini kami akan menjadikan perceraian sebagai kasus hukum perdata. kami akan menjelaskan cara penyelesaian hukum perdata – perceraian, apa saja yang dibutuhkan jika ingin mengajukan perceraian dan proses yang dilewati dalam memproses hukum perdata tersebut.

TUJUAN

  1. Untuk melengkapi tugasmata kuliah softskill yaitu Aspek Hukum dalam Ekonomi
  2. Mengetahui pengertian dari hukum perdata serta sistematika hukum perdata di Indonesia
  3. Mengetahui penyelesaian kasus perceraian dalam hukum perdataKASUS DAN PENYELESAIAN 
    Kasus Perceraian karena Perbedaan pandangan Hidup. Perkara Cerai Dodi Karena Perbedaan Pandangan Hidup dan penyelesaiannya. Contoh kasus dari suami Istri yang hendak mengajukan gugatan cerai pada istrinya di Pengadilan Negeri (PN), adapaun data/identitasnya adalah sebagai berikut :

Nama               : Dodi Hermawan
Umur               : 36th
Agama             : Kristen Protestan
Pekerjaan         : Seorang Pengusaha
Status               : Menikah
Anak                : Belum punya anak
Cerita Permasalahan / Kronologis

Dodi Hermawan (Dodi) menikah di Jakarta dengan istrinya yang seorang dokter bernama dr. Wani Lilianti. Belum dikaruniai anak. Dodi sangat keberatan dengan kegiatan tugas kerja istrinya, dimana istrinya selalu pergi tugas ke luar kota sehingga tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Dodi merasa sudah cukup memberi pengertian dan bersabar terhadap kegiatan istrinya tersebut. Namun selayaknya seorang suami, Dodi merasa berhak memberikan nasihat dan menuntut perhatian istrinya, tetapi istrinya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dikatakan suaminya itu. Sampai akhirnya, pada suatu saat dimana Dr. Wani yang baru pulang tugas dari luar kota, tiba-tiba harus berangkat lagi ke Aceh dan meninggalkan suaminya untuk kesekian kali. Pada kejadian itu, Dodi memberikan ultimatum, dimana jika istrinya tetap pergi ke Aceh maka Dodi akan melayangkan gugatan cerai padanya. Saat itu, Dr. Wani tetap pergi ke Aceh.

 
Proses Cerai

Menentukan Pengadilan Mana Yang Berwenang

Dodi mempersiapkan gugatan cerainya dengan cara mencari tahu Pengadilan mana yang berwenang mengadili perkara perceraiannya. Karena bila salah mendaftarkan gugatan cerai di Pengadilan yang tidak berwenang maka gugatannya tersebut dapat ditolak oleh hakim.

Dalam perkara cerai diluar agama Islam maka Pengadilan Negeri (PN)yang berwenang memproses perkara perceraian adalah PN yang sesuai pada wilayah hukum tempat tinggal Tergugat.
Saran utk persiapan proses cerai:

  1. Menentukan dengan benar pengadilan manakah yang berwenang mengadili perkara cerainya;
  1. Survey langsung ke pengadilan tersebut;
  1. Mencari informasi di pengadilan utk mendapatkan informasi proses cerai sebanyak-banyaknya (seperti: apa syarat-syarat mengajukan gugatan cerai, bagaimana menyusun gugatan, berapa biaya daftar gugatan dll).

 

Membuat kronologis permasalahan

Sekarang Dodi siap membuat gugatan cerai-nya, adapun tahapannya sebagai berikut:
Diawali dengan membuat/menulis di kertas putih biasa tentang kronologis permasalahan rumah tangganya, dari awal kebahagiaan menikah sampai cikal-bakal perselisihan lalu akhirnya memutuskan bercerai. Cerita itu dibuat dengan sebenar-benarnya dan detail, agar Dodi gampang membuat gugatan cerainya.

Catatan:
Pembuatan kronologis ini sangat penting untuk memudahkan Dodi membuat alur cerita yang baik untuk gugatan cerainya agar Hakim dapat dengan mudah mengerti alasan-alasan Dodi memutuskan bercerai, dimana kronologis ini sangat penting digunakan seorang Pengacara untuk dijadikan dasar pembuatan gugatan cerai.

 

Contoh Pembuatan Kronologis Perkara Cerai Dodi (lampiran)

Setelah berhasil membuat kronologis, selanjutnya membuat gugatan cerai berdasarkan kronologis yang dibuatnya tadi.

Contoh Surat Gugatan Cerai-nya Dodi (lampiran)

 

Persiapan Berkas-Berkas yang Diperlukan

Setelah gugatan cerai selesai dibuat, Dodi mem-photocopy-kannya sebanyak 5 kali. Jadi total Dodi memegang 6 berkas gugatan cerainya yang nantinya ke-6 berkas tersebut diperlukan dalam pendaftaran gugatan cerainya nanti untuk:

  • 1 berkas untuk dikirim oleh pengadilan kepada si istri-nya Dodi selaku Tergugat;
  • 3 berkas untuk dikasih ke para Hakim;
  • 1 berkas untuk panitera (pegawai perkara gugatan); dan
  • sisa 1 berkasnya lagi untuk dimiliki oleh Dodi sendiri.

 

Pendaftaran Gugatan di Pengadilan Negeri

Sudah beres mempersiapkan berkas-berkas, lalu Dodi pergi ke Pengadilan Negeri Jak-Tim untuk mendaftarkan gugatan cerai-nya. Dodi masuk ke bagian administrasi pendaftaran perkara perdata. Dodi menemui salah satu pegawai yang khusus menerima pendaftaran perkara, dimana pegawai tersebut memberikan informasi tentang masalah birokrasi dan jumlah biaya pendaftaran. Dodi menyerahkan 6 berkas gugatan cerai-nya untuk mendapatkan cap/pengesahan pendaftaran dari si pegawai itu. Dodi disisakan 1 berkas untuk dirinya sebagai pegangannya nanti disaat sidang dimulai.

 

Biaya-biaya Pendaftaran Gugatan Cerai

Biaya pendaftaran gugatan perkara sejumlah Rp 700ribuan dibayarkannya di bagian ruangan kasir. Ada beberapa biaya lagi yang biasanya berbeda-beda di setiap Pengadilan Negeri, namun biasanya total biaya pendaftaran perkara senilai Rp 500.000,- sampai Rp 700.000,-
Catatan:
Rangkuman biaya daftar gugatan :

  1. biaya daftar gugatan Rp 700ribuan
  2. daftar surat kuasa advokat (jika pakai jasa seorang advokat) sekitar Rp 100.000,- sampai Rp 200.000,-

 

Setelah pendaftaran gugatan

Berkas gugatan cerai Dodi akan dikirim melalui pos ke alamat istrinya sekaligus dengan surat resmi dari pengadilan untuk menghadiri sidang mediasi (perdamaian). Begitupula dengan Dodi, setelah pendaftaran gugatan didaftarkan, Dodi tinggal menunggu datanganya surat panggilan sidang mediasi dari pengadilan. Kira-kira surat panggilan tersebut akan sampai 2 minggu sejak pendaftaran gugatan cerai. Lalu isi surat panggilan itu menentukan tanggal jatuhnya sidang mediasi, yang umumnya jatuh 4 minggu setelah tanggal pendaftaran gugatan cerai.

 

Surat Panggilan Sidang

Dua minggu berlalu dari hari pendaftaran, akhirnya Dodi menerima surat dari Pengadilan Negeri Jak-Tim (PN Jak-Tim). Begitupula halnya dengan si istri-nya juga mendapat surat panggilan sidang dari PN Jak-Tim. Isi surat untuk Dodi hanyalah tentang kewajiban menghadiri sidang mediasi disertai hari dan tanggal sidang. Berbeda dengan si istri, isi suratnya selain informasi tentang waktu dan hari sidang, surat tersebut sekaligus melampirkan surat gugatan cerai dari si Dodi/suaminya.

 

 

Sidang Mediasi/Perdamaian

Tibalah saatnya sidang mediasi. Adapun persiapan sidang :

  1. Berpakaian rapih dan sopan (bila berpakaian tidak sopan, kemungkinan dapat diusir Hakim) serta membawa surat panggilan sidangnya; Berpakaian sopan bagi perempuan : tidak berpakaian yang terbuka, jangan mengenakan tank-top/kaos/sandal. Pakailah kemeja/baju sopan dan sepatu. Berpakaian sopan bagi pria : jangan mengenakan kaos/sandal/topi. Pakailah celana panjang bahan, baju yang berkerah dan sepatu tertutup
  1. Datang pagi hari (sekitar jam 9.00) di pengadilan untuk melapor ke panitera;
  1. Pegawai pengadilan akan memanggil para pihak (si suami dan si istri), untuk bertemu dengan Ketua Hakim yang menangani perkara cerai-nya Dodi. Pada kesempatan tersebut Ketua Hakim akan mengalihkan perkara sidang kepada Hakim khusus mediasi;
  1. Sidang mediasi dimulai, Dodi dan istri dipersilahkan duduk di ruangan Hakim mediasi. Sidangg mediasi pertama dilakukan dengan tujuan utama mendamaikan para pihak;
  • sidang mediasi biasanya dilaksanakan selama 3 kali, bilamana dalam sidang mediasi tersebut tidak tercapai perdamaian, maka sidang berlanjut kepada sidang yang sebenarnya yakni sidang Jawaban dari si istri (Tergugat);
  • umumnya sidang mediasi dilakukan setiap minggu selama 3 kali berturut-turut.
  1. Jika pada sidang mediasi tidak tercapai perdamaian maka selanjutnya adalah sidang Jawaban dari si istri (Tergugat); Sidang Ke-2/Sidang Jawaban

Dua minggu berlalu, sidang ke dua dilaksanakan yakni sidang Jawaban. Sampai pada saat sidang dimulai, hakim menanyakan perkembangannya kepada Dodi dan si istri, “Bagaimana perkembangan saudara, apakah ada perubahan untuk rujuk?”.

Dikarenakan Dodi sudah sangat yakin untuk bercerai maka ia menjawab,”saya tetap pada pendirian saya untuk berpisah dan meneruskan proses persidangan gugatann cerai ini”. Selanjutnya sidang dilanjutkan dengan penyerahan surat Jawaban dari si Tergugat/istri.

Surat jawaban (contoh) dari si Tergugat/istri adalah sebagai berikut (lampiran)

 

Setelah hakim menerima surat Jawaban dari si Tergugat lalu sidang selesai dan akan diadakan lagi 1 minggu kemudian dengan jadwal sidang penyerahan surat Replik (dari si Penggugat/Dodi);

Sidang Replik
Tiba saatnya sidang Replik. Sidang Replik adalah penyerahan surat yang berisi tanggapan dan respon dari surat Jawaban dari si Tergugat. Umumnya pada sidang Replik ini berjalan hanya 10 menit saja, karena dalam persidangannya hanya menyerahkan surat Replik ke hakim saja dan kepada si Tergugat. Setelah itu sidang ditutup dan diadakan lagi 1 minggu kemudian dengan jadwal sidang penyerahan surat Duplik (dari si Tergugat);

 

Sidang Duplik (dari si Tergugat)
Tiba saatnya sidang Replik. Sidang Replik adalah penyerahan surat yang berisi tanggapan dan respon dari surat Jawaban dari si Tergugat. Umumnya pada sidang Replik ini berjalan hanya 10 menit saja, karena dalam persidangannya hanya menyerahkan surat Replik ke hakim saja dan kepada si Tergugat. Setelah itu sidang ditutup dan diadakan lagi 1 minggu kemudian dengan jadwal sidang penyerahan surat Duplik (dari si Tergugat);

Contoh Surat Replik dari Penggugat / Dodi (lampiran)

 

Sidang Duplik (dari si Tergugat)
Sidang Duplik adalah sidang penyerahan surat yang berisi tanggapan dan respon dari surat Replik Penggugat. Sidang Duplik hanyalah penyerahan surat Duplik Tergugat, jadi sidang berlangsung singkat hanya 5 menit saja, lalu sidang ditutup dan akan diadakan lagi 1 minggu kemudian dengan acara sidang pembuktian dan saksi dari Penggugat/Dodi;

Contoh surat Duplik Tergugat (lampiran)

 

Sidang Pembuktian Saksi dari Penggugat
Sidang pembuktian saksi adalah sidang terpenting dari proses perceraian di pengadilan, dimana dalam sidang ini adalah pembuktian adanya keretakan dalam rumah tangga itu benar adanya. Oleh sebab itu segala macam bentuk bukti-bukti dan saksi-saksi pendukung haruslah disiapkan dengan matang.  Adapun langkah-langkah sebelum sidang pembuktian adalah sebagai berikut:

 

  • Pengumpulan bukti-bukti:

Bukti-bukti yang harus dipersiapkan dan dibawa:

  1. KTP asli Dodi dan KTP si istri beserta photocopy-nya;
  2. Buku nikah asli dan photocopy-nya;
  3. Kartu keluarga asli dan photocopy-nya (bila sudah dibuat);
  4. Akta kelahiran anak asli dan photocopy-nya (jika punya anak).
  • Nazegelen bukti-bukti di kantor pos. Setelah bukti-bukti tersebut terkumpul, selanjutnya Dodi memisahkah antara bukti-bukti asli dengan bukti-bukti yang sudah photocopy-nya. Bukti-bukti photocopy-an harus di nazegelen (di cap materai), caranya; bawalah bukti-bukti photocopy-an tersebut ke kantor pos besar (kantor pos pusat di lap. Banteng atau di kantor pos Mampang). Lalu tiap-tiap bukti photocopy-an tersebut ditempel materai dan di cap oleh petugas kantor pos. Biaya setiap materai dan pengecapan biasanya Rp 7.000-an.
  • Dan terakhir, berilah/tulislah nomor urut pada bukti-bukti photocopy tersebut di sampul depan pada posisi kanan atas seperti “Bukti P-1”, “Bukti P-2” dan seterusnya.

Contoh surat/akta bukti dari Penggugat / Dodi (lampiran)

 

Persiapan membawa saksi-saksi
Menghadiri saksi dalam sidang pembuktian adalah sesuatu yang wajib, bila tidak maka umumnya Hakim akan mengalahkan gugatan yang telah kita buat. Mengapa keberadaan saksi sangatlah penting? Karena dari informasi/keterangan saksi-saksi itulah si Hakim menilai apakah keterangan saksi-saksinya tersebut sesuai dengan apa yang telah di-argumen-kan dalam gugatan perceraiannya.
Tentang saksi :

  1. Saksi yang akan ditampilkan haruslah minimal 2 orang;
  1. Para saksi itu sebaiknya yang mempunyai hubungan darah (orang tua/saudara kandung/sepupu).

Dalam perkara ini Dodi (Penggugat) akan menghadiri 2 orang saksi, yakni kedua orang tuanya sendiri, yaitu:

  1. Bapak Lim Hermawan (ayah kandung Penggugat); dan
  1. Ibu Martini Hartono (ibu kandung Penggugat).

Sebelum sidang pembuktian/saksi dimulai, Dodi membuat daftar pertanyaan-pertanyaan untuk ditanyakan kepada para saksi-nya, setelah itu Dodi memberitahukan kepada para saksinya tentang pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan saat sidangnya nanti, agar para saksi dapat menjawabnya dengan tenang dan tidak gugup.

Sidang pembuktian/saksi dimulai, di awal sidang, satu saksi dipersilahkan hakim untuk berdiri untuk memperlihatkan KTP lalu hakim membacakan sumpah saksi yang diikuti oleh saksi. Saksi dipersilahkan duduk dan Hakim akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan menyangkut sengketa rumah tangga Dodi dengan Dr. Wani. Setelah itu Dodi diberikan kesempatan untuk bertanya kepada saksi.

Tentang pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan Hakim kepada Saksi

  1. Siapa nama lengkap anda?
  2. Berapa umur anda?
  3. Apa pekerjaan anda?
  4. Dimana alamat anda?
  5. Apa hubungan saksi dengan Penggugat?
  6. Kapan dilaksanakannya perkawinan Penggugat-Tergugat?
  7. Bisakah bapak/ibu menceritakan kehidupan rumah tangga Penggugat?
  8. Bisakah anda menerangkan perpecahan hubungan keluarga Penggugat-Tergugat?
  9. Pernahkah anda mengadakan perdamaian kepada Penggugat-Tergugat?
  10. Apakah menurut anda hubungan rumah tangga Penggugat-Tergugat dapat diselamatkan?

Setelah itu sidang pembuktian/saksi dari Penggugat selesai!

Sidang Pembuktian Saksi dari Tergugat
Pada tahap ini prosesnya sama dengan sidang pembuktian saksi dari Penggugat, cuma kali ini kondisinya dibalik. Dodi akan mendapatkan hak bertanya pada para saksi dari Tergugat. Dodi membuat daftar pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan para saksi si Tergugat.  Namun bilamana Dodi tidak ingin bertanya, tentunya diperbolehkan hakim, biarlah hakim yang bertanya pada si saksi.

Contoh surat/akta bukti dari Tergugat/Dr. Wani (lampiran)

Pada kesempatan sidang saksi dari Tergugat, Tergugat mendatangkan saksi-saksi:

  1. Gunawan Prakoso (Bapak kandung Tergugat); dan
  1. Yuli Iskandar (Ibu kandung Tergugat).

 
Sidang kesimpulan
Sidang kesimpulan adalah sidang penyerahan surat kesimpulan dari proses sidang-sidang sebelumnya. Dari adanya surat gugatan, jawaban, replik, duplik, keterangan para saksi dan kesimpulan diambil intisari-nya saja untuk dijadikan suatu kesimpulan. Pada sidang kesimpulan ini dilaksanakan hanya 1 hari saja dimana Penggugat dan Tergugat, keduanya menyerahkan surat kesimpulan secara bersamaan dalam 1 hari yang ditentukan oleh Hakim. Sidang kesimpulan hanya berlangsung sebentar, biasanya hanya 5 menit dan tidak ada tanya jawab antara para pihak. Lalu Hakim akan menunda sidang selama 2 minggu untuk sidang pembacaan putusan (sidang terakhir).
Contoh Kesimpulan Penggugat (lampiran)
Contoh Kesimpulan Tergugat lampiran)

 

Sidang Putusan
Sidang Putusan adalah sidang terakhir dari proses persidangan perceraian. Pada tahap ini kedua-belah pihak diwajibkan hadir (atau bisa diwakilkan pengacaranya jika memang diwakili oleh seorang pengacara). Hakim akan membacakan isi putusan, apakah gugatan cerai Dodi dikabulkan atau tidak. Seperti biasa, dalam sidang ini para pihak dipersilahkan duduk dihadapan hakim lalu hakim membacakan isi putusannya tersebut.

Contoh Putusan Hakim (hanya isi akhir putusannya saja)  (lampiran)

Setelah isi putusan dibacakan, panitera akan memberikan Susan tanda selesai sidang yang harus ditebus di kasir Pengadilan Agama. Sidang perceraian sudah diputus hakim! Namun belum berkekuatan hukum (belum syah). Di poin V di bawah ini dijelaskan mengenai hal tersebut.
Hal-Hal Setelah Putusan

Ada beberapa hal yang harus diketahui dan dilakukan setelah sidang putusan, yakni; Waktu tunggu 14 hari; Setelah putusan cerai dibacakan hakim maka saat itu belum-lah dapat dinyatakan bahwa perceraian itu sudah syah secara hukum. Penggugat harus menunggu 14 hari dihitung sejak dibacakannya putusan kepada para pihak, barulah status cerai itu dinyatakan syah (berkekuatan hukum) jika dalam 14 hari itu si Tergugat tidak mengajukan keberatan (banding); Jika Tergugat mengajukan banding maka Penggugat-Tergugat belumlah bercerai, harus mengikuti lagi proses pengadilan agama tingkat banding (Pengadilan Tinggi);
LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMEN YANG DIPERLUKAN

TUGAS1 – ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

PENGERTIAN HUKUM

Sampai saat ini definisi hukum belum di sepakati oleh para ahli hukum. Mengetahui dan memahami hukum sebagai suatu ilmu tampaknya aoftskillgak sulit tanpa memahami definisi hukum itu sendiri, sebagai objek dari ilmu hukum. Belum adanya kesepakatan para ilmuwan hukum, karena terdapat kesulitan dalam mendefinisikan atau memberikan pengertian hukum.

Kesulitan tersebut disebabkan oleh 2 fakor sebagai berikut :
1. Faktor Interen ( Hukum bersifat abstrak bdan mengatur hampir seluruh kehidupan manusia)
2. Faktor Ekstren (Perbedaan Bahasa dan tidak adanya kesepakatan para ilmuan hukum)

Ketiadaan definisi hukum jelas menjadi kendala bagi mereka yang baru saja ingin mempelajari ilmu hukum. Tentu saja dibutuhkan pemahaman awal atau pengertian hukum secara umum sebelum memulai untuk mempelajari apa itu hukum dengan berbagai macam aspeknya. Bagi masyarakat awam pengertian hukum itu tidak begitu penting. Lebih penting penegakannya dan perlindungan hukum yang diberikan kepada masyarakat. Namun, bagi mereka yang ingin mendalami lebih lanjut soal hukum, tentu saja perlu untuk mengetahui pengertian hukum

Beritkut ini pengertian Hukum dari menurut ppara ahli:

Sumber Lokal:
1. Achmad Ali
Hukum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang dibuat atau diakui eksistensinya oleh pemerintah, yang dituangkan baik dalam aturan tertulis (peraturan) ataupun yang tidak tertulis, yang mengikatdan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan, dan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan itu.
2. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
Hukum ialah keseluruhan kaidah-kaidah serta asas-asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat dan bertujuan memelihara ketertiban serta meliputi lembaga-lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah sebagai kenyataan dalam masyarakat.
3. J.C.T. Simorangkir
Hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa dan menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat dan dibuat oleh lembaga berwenang.

Sumber Internasional:
1. Drs. E. Utrecht, S.H.
Dalam bukunya yang berjudul Pengantar dalam Hukum Indonesia (1953), beliau mencoba membuat suatu batasan sebagai pegangan bagi orang yang sedang mempelajari ilmu hukum. Menurutnya, hukum ialah himpunan peraturan-peraturan (perintah dan larangan) yang mengatur tata tertib kehidupan bermasyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan karena pelanggaran petunjuk hidup itu dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah.
2. Immanuel Kant
Hukum ialah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain, menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan (1995).
3. Mr. E.M. Meyers
Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan. Ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman bagi penguasapenguasa negara dalam melakukan tugasnya

PENGERTIAN HUKUM NASIONAL DAN INTERNASIONAL

HUKUM NASIAONAL
Merupakan sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat dalam suatu negara, dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka satu dengan lainnya.

HUKUM INTERNASIONAL
Merupakan bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional dan individu.
Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antarbangsa atau hukum antarnegara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.

 

Ali Sastromidjojo melihat adanya perbedaan antara Hukum Nasional dengan Hukum Internasional sebagai berikut:

 Perbedaan Pertama
Subjek daripada hukum nasional pada pokoknya adalah individu, anggota masyarakat nasional, sedangkan subjek daripada hukum internasional ialah negara, anggota masyarakat internasional.
 Perbedaan Kedua
Subjek hukum internasional yaitu negara mempunyai kedaulatan, sedangkan subjek hukum nasional yaitu individu di dalam masyarakat nasionalnya tidak mempunyainya malahan harus tunduk pada kedaulatan negaranya.
 Perbedaan Ketiga
Terletak pada sumbernya daripada hukum nasional dan hukum internasional. Kebiasaan-kebiasaan yang menadi sumber hukum nasional berkembang karena hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat suatu negara. Selain itu ada juga peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh badan legislatif. Kebiasaan-kebiasaan yang menjadi sumber hukum internasional bukan timbul karena hubungan antara individu-individu, tetapi timbul di antara negara-negara yang masing-masing mempunyai kedaulatan. Di dalam masyarakat internasional tidak terdapat badan legisatif yang mempunyai hak untuk membuat peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk semua negara.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum
http://egistiansilvan.blogspot.com/2013/07/resume-buku-pengantar-ilmu-hukum-karya.html
http://www.zonasiswa.com/2014/07/pengertian-hukum-lengkap.html
http://www.pengertianpakar.com/2014/10/pengertian-hukum-internasional-menurut.html

TUGAS1 EKONOMI KOPERASI – WAWANCARA KOPERASI

NAMA KELOMPOK:

  1. Achmad Reza Darmawan – 20213094
  2. Anisah Wulandari – 21213084
  3. Gianita Safitri – 23213716
  4. Indah Yulianingsih – 24213375
  5. Syifa Noviyanti – 28213771

KELAS : 2EB07

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Koperasi sebagai badan usaha dapat melaksanakan kegiatan di segala bidang kehidupan ekonomi, dengan memperhatikan bahwa usaha tersebut adalah usaha yang berkaitan dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraannya. Usaha koperasi terutama diarahkan pada bidang usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya. Koperasi hadir di tengah-tengah masyarakat dengan mengemban tugas dan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Melalui tulisan ini, kelompok kami mencoba untuk memberikan beberapa informasi mengenai Koperasi Serba Usaha “Sepakat”. Adapun informasi tersebut kami dapatkan dari kunjungan kami ke koperasi. Selain itu tulisan ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah softskill.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Sejarah singkat koperasi
  2. Kelembagaan
  3. Jenis kegiatan/unit usaha koperasi
  4. Visi misi
  5. Tujuan
  6. Jenis simpanan yang ada di koperasi
  7. Syarat mengajukan simpanan

1.3 Tujuan

Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah softskill Ekonomi Koperasi

BAB 2

ISI

2.1 Identitas Koperasi

Koperasi Serba Usaha “Sepakat”

Jl. Moch. Kahfi 1 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan

No. Badan Hukum 4781/12-67 tgl. 27 Oktober 1971

2.2 Sejarah Singkat Koperasi

Koperasi ini berdiri dan aktif sejak tahun 1957 dengan pendiri pertamanya koperasi adalah Bapak Hasim (Alm) dan anggotanya merupakan warga yang bertempat tinggal di kelurahan atau wilayah setempat.

2.3 KELEMBAGAAN

Anggota Koperasi            : 87 Orang

Ketua Koperasi                : Ir. Alwi Izmi MP

Sekretaris                         : Irda

Bendahara                        : Edi Marzon

Manager                           : Irda

2.4 Jenis kegiatan / unit usaha Koperasi

Jenis kegiatan yang dijalankan koperasi ini adalah simpan pinjam

2.5 visi misi

  1. Untuk meningkatkan penghasilan para anggotanya.
  2. Untuk menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah.
  3. Untuk menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan.
  4. Untuk menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan kopeasi.
  5. Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara lebih efektif dan hemat.

2.6 tujuan

Untuk mensejahterakan anggota koperasi serta memajukan usaha koperasi.

2.7 Jenis simpanan yang ada di Koperasi

Ada 3 jenis simpanan. Pertama, simpanan pokok sebesar Rp 100.000,- yang hanya disetorkan pada saat awal mendaftar. Yang kedua, simpanan wajib yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp 5.000,-. Yang ketiga, simpanan sukarela yang bisa disetorkan berapapun secara sukarela dan bisa disetorkan kapanpun, baik secara harian, bulanan, maupun tahunan. Untuk simpanan sukarela ini sifatnya seperti tabungan yang bisa diambil kapan saja, berbeda dengan simpanan pokok dan simpanan wajib yang hanya bisa diambil saat anggota sudah dinyatakan keluar dari koperasi.

2.8 syarat mengajukan pinjaman

Bagi yang ingin meminjam harus sudah menjadi anggota koperasi. Selain itu karena koperasi ini memiliki tujuan utama untuk memajukan usaha, maka anggota tersebut harus sudah memiliki usaha. Bagi anggota yang belum memiliki usaha atau ingin meminjam untuk membangun usaha, maka koperasi belum dapat memberikannya.

 

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jadi Koperasi Serba Usaha merupakan koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel. Jadi koperasi Sepakat lebih melaksanakan kegiatannya dalam simpan pinjam, koperasi ini juga telah berbadan hukum. Dengan visi misi dan tujuan yang bagus koperasi ini dapat bertahan sampai sekarang.

3.2 KRITIK DAN SARAN

Sebaiknya unit koperasi di Indonesia baik itu di kota maupun di desa lebih diperbanyak, karena dapat membuat masyarakat sekitar lebih menjadi kreatif dan memungkinkan untuk membuka lapangan usaha sendiri yang dapat membantu perekonomian dari wilayah unit koperasi tersebut.

TUGAS5 / PEREKONOMIAN INDONESIA

1. DEFINISI

A. REVALUASI 

Peningkatan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil.

B. DEVOLUSI 

Pelimpahan kekuasaan dari pemerintah pusat dari suatu negara berdaulat kepada pemerintah pada tingkat subnasional, seperti tingkat regional, lokal, atau negara bagian.

C. EMBARGO 

Larangan yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan impor atau ekspor barang tertentu ke negara lain dalam rangka kebijakan yang berkaitan dengan politik, ekonomi, ataupun kebijakan lain.

D. KUOTA IMPOR

Batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing yang masuk ke negeri itu selama periode tertentu

 

2. MAKSUD DARI “Laju pertumbuhan penduduk lebih besar laju pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

Karena pertumbuhan penduduk adalah stimulus terbesar untuk kemajuan ekonomi maka pertumbuhan ekonomi berlangsung paling pesat pada saat pertumbuhan penduduk paling cepat pula. Jadi apabila petumbuhan penduudk lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi maka akan terdapat permintaan sangat besar dalam penduduk yang bertumbuh, terdapat lebih banyak pembeli untuk produk yang dihasilkan, sehingga secara alamiah produksi makin tumbuh dan makin banyak orang bekerja, dengan demikian kemiskinan terhapus.

 

3. PENGERTIAN KEMISKINAN ABSOLUT DAN KEMISKINAN RELATIF

A. KEMISKINAN ABSOLUT

Kemiskinan absolute merupakan jenis kemiskinan yang berhubungan dengan garis kemiskinan yang didefinisikan secara internasioanal atau nasional. kemiskinan ini terjadi apabila tingkat pendapatannya dibawah garis kemiskinan atau sejumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minimun yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas agar bisa hidup dan bekerja. 

CONTOH:

  • Seorang petugas kebersihan dengan tingkat pengeluaran adalah 600.000 perbulan dengan penghasilan sebesar 250.000 perbulan dengan satu istri dan 3 orang anak, maka angka ini diatas garis kemiskinan dan ini disebut kemiskinan absolut
  • Persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).

 

B. KEMISKINAN RELATIF

Kemiskinan relatif merupakan kondisi masyarakat karena kebijakan pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan. Kemiskinan jenis ini tidak berhubung dengan garis kemiskinan, kemiskinan jenis ini bersumber dari prefektif masing-masing orang, yaitu karena orang tersebut merasa miskin.

CONTOH:

  • Pengahasilan yang anda miliki sebesar UMR dan anda ingin membeli sebuah motor jenis terbaru, namun setelah melihat harga motor tersebut mahal lalu anda merasa pengahasilan yang anda miliki tidak ada artinya.
  • MIisalkan Anda seorang karyawan lama yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan gaji 4.5 juta sedangkan ada karyawn baru yang berpengahsilan 2x lebih besar dari anda, maka anda akan marah dan iri tentunya.

 

SUMBER:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

http://www.sayangihidup.org/content/pertumbuhan-penduduk-dan-pertumbuhan-ekonomi

http://cahyomuhajir.blogspot.com/2011/01/pertumbuhan-penduduk-dan-ekonomi.html