TUGAS3 / PEREKONOMIAN INDONESIA

TABUNGAN PEMERINTAH

Tabungan pemerintah adalah kelebihan pendapatan Negara setelah dikurangi pengeluaran-pengeluaran rutin, tabungan ini dilaksanakan melalui kebijakan fiscal. Kemudian Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. Untuk meningkatkan tabungan pemerintah salah satu usahanya adalah membuat kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan. Tujuan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah.

Dengan berlandasan kepada prinsip bahwa pembiayaan pembangunan harus semakin banyak yang dibiayai oleh sumber-sumber dalam negeri maka salah satu sasaran dari pada kebijaksanaan fiskal adalah untuk menciptakan tabungan pemerintah sebesar mungkin. Jadi tabungan  pemerintah   hampir  seluruhnya  berasal  dari  kelebihan-kelebihan penerimaan  pajaksecarakeseluruhan  ataspengeluaran  konsumsi  pemerintah.

 

DALAM PENILAIAN SEHAT ATAU TIDAKNYA BUMN CENDERUNG BERSIFAT AKUNTANSI

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Salah satu bentuk penerapan teknik akuntansi sektor publik adalah di organisasi BUMN. Akuntansi dibutuhkan dalam pembuatan laporan rugi/laba dan aliran kas pada BUMN. Sehingga penilaian sehat atau tidaknya BUMN cenderung bersifat dari akuntansinya.

 

YANG MEMPUNYAI WEWENANG UNTUK MENILAI BUMN

Sebenarnya yang mempunyai wewenang untuk menilai BUMN adalah Kementrian BUMN. Namun ada yang mengusulkan agar BUMN itu juga dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. ini dikarenakan banyaknya kecacatan yang telah diperbuat dan harus dibongkar.

Tetapi tetap saja yang memiliki kewewenangan penuh untuk menilai adalah pemerintah dan dibantu oleh para kementrian BUMN yang “bersih” serta kinerja yang unggul dalam melaksankan tugasnya.

 

INFLASI TIDAK SELALU MERUGIKAN

Ketika kita mendengar kata Inflasi, sontak kita langsung berfikir dampak dampak negative yang ditimbulkan, contohnya seperti dampak inflasi terhadap dunia usaha sebagai penyebab lesunya usaha jasa dan perdagangan yang bisa jadi banyak PHK yang menyebabkan pengangguran dan lain sebagainya.

Sebenarnya Inflasi memiliki dampak positif, namun tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Contoh lain damapk positif dari investasi adalah bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur), karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

Jadi jika dampak positif inflasi sering terjadi, dalam jangka panjang akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat tetap stabil, standar hidup lebih baik, lebih sejahtera. Bagi dunia usaha perdagangan, laporan keuangan perusahaan bernilai positif. Sementara, neraca keuangan negara tetap stabil.

 

Sumber:

http://anisaamelia09.blogspot.com/2010/01/rangkuman-bab-11-12-13.html

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ekonomi_pembangunan/bab_5_tabungan_dalam_negeri.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi

http://lintasinfo10.blogspot.com/2013/10/inflasi-dampak-pengaruh-kebijakan-cara-mengatasi.html

Iklan

TUGAS2 / PEREKONOMIAN INDONESIA

SKEMA HUBUNGAN 3 PELAKU EKONOMI POKOK DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Didalam perekonomian Indonesia dikenal tigapelaku ekonomipokok (sering disebut sebgai agen-agen pemerintah dalam pembangunan ekonomi) yaitu:

3ekonomi

Masing masing pelaku tersebut memiliki prioritas fungsi sebagai berikut:

Koperasi

 

Pemerataanhasil ekonomi pertmbuhan kegitan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiTn ekonomi
Sek. Swasta

 

Pertumbuhan kegiatan ekonomiPemerataan hasil ekonomiKestabilan yang mendukungkegiatan ekonomi
Sek. Pemerintah / Pemerintah BUMN Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi Pemerataanhasil ekonomiPertumbuhankegiatan ekonomi

Dari skema diatas terlihat hubungan saling ketergantungan/ keterkaitan yang integratif antar tiga pelaku ekonomi pokok dalam perekonomian indonesia. Dimana pelaku pokok tersebut terdiri dari Koperasi, Sektor Pemerintah atau lebih dikenal dengan BUMN, dan Sektor Swasta. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

1. Pemerintah (BUMN)

Dalam hal ini pemerintah bertugas sebagai pengatur kegiatan ekonomi. yakni

a. Pemerintah sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi

Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.

b . Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi pemerintah juga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Dalam rangka melaksanakan peranannya tersebut

2. Swasta (BUMS)

BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMS merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMS didirikan dalam rangka ikut mengelola sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam melakukan perannya mengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha BUMS terus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan.

3. Koperasi

Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.

  • Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
  • Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

 

DEFINISI SISTEM PEREKONOMIAN FREE FIGHT LIBERALISM, ETATISME DAN MONOPOLIS

1. Sistem Free Fight Liberalism

Sistem ekonomi yang diuraikan oleh Adam Smith yang mempunyai kaitannya dengan “kebebasan individu” yang artinya memberikan kebebasan individu untuk melakukan kegiatan ekonomi tanpa pembatasan. Dan merupakan kebebasan usaha yang tak terkendali, sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah. Dengan dampak semakin bertambah luasnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

2. Sistem Etatisme

Suatu paham dalam pemikiran politik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan. Negara adalah sumbu yang menggerakkan seluruh elemen politik dalam suatu jalinan rasional, yang dikontrol secara ketat dengan menggunakan instrumen kekuasaan serta keikutsertaan pemerintahan yang terlau dominan, sehingga mematikan motivasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat

3. Sistem Monopolis

Suatu bentuk pemusatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli.

 

ALASAN PEREKONOMIAN INDONESIA TIDAK MENGINZINKAN KE 3 SISTEM TERSEBUT

Sistem perekonomian di Indonesia sangat menentang adanya sistem Free Fight Liberalism, Etatisme (Ekonomi Komando) dan Monopoli, karena sistem ini memang tidak sesuai dengan sitem ekonomi yang dianut Indonesia yang demikian didalam perekonomian Indonesia tidak diizinkan.

Selain itu ke 3 sistem tersebut juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian Indonesia, seperti halnya sistem Free Fight Liberalism yang dapat mengakibatkan persaingan bebas yang tidak sehat antar masyarakat, terjadi Jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin dan sistem ini dianggap tidak cocok dengan kebudayaan Indonesia dan berlawanan dengan semangat gotong-royong yang tercantum dalam UUD 1945 Pasal 33.

Kemudian dampak buruk yang ditimbulkan oleh sistem Etatisme (Ekonomi Komando) yang pernah terjadi pada tahun 1960-an sampai masa orde baru seperti semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai eksport atau hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek ‘Mercu Suar’. dan pada sistem Monopoli mengakibatkan persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Yang terakhir adalah Indonesia merupakan Negara yang menganut Sistem Ekonomi Demokrasi, yang dapat diartikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

 

 

Sumber:

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf

http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:PelakuPelaku_Ekonomi_Dalam_Sistem_Perekonomian_Indonesia_8.2_(BAB_15)

http://fauziahezzy.wordpress.com/2014/04/10/tugas-2-perekonomian-indonesia/

http://nadiaslittleadventure.blogspot.com/2014/02/pengertian-free-fight-liberalism.html

http://ireneaulia.blogspot.com/2012/03/menentang-adanya-sistem-free-fight.html

TUGAS1 / PEREKONOMIAN INDONESIA

INVESTASI

Pengertian investasi secara sederhana adalah menempatkan harta dalam bentuk uang atau dana dan dengan harapan mendapatkan keuntungan dari dana atau uang tersebut. Berdasarkan teori ekonomi, pengertian investasi adalah pembelian (berarti termasuk produksi) dari modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang.

Investasi merupakan suatu kegiatan penempatan dana pada aset produktif dengan harapan mendapatkan pertumbuhan modal dalam jangka waktu tertentu. Pada dasarnya investasi secara konvensional dapat diartikan sebagai suatu kegiatan bisnis yang pasif.

 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA

1. Prospek ekonomi di masa yang akan datang

Dengan adanya ketidakpastianserta banyaknya kemungkinankondisi ekonomi Indonesia yang akandatang,menjadikankegiatanmendapatkan dana untuk investasimenjadi tidak mudah. Setiap investortentumenghendaki adanya resiko yang sekecil mungkin dangan tingkatkeuntunganyang ‘baik’ dari dana yang ia investasikan. Untuk itudiperlukansuatu proses peramalan gunamengurangi ketidakpastian dimasa  datang itu. Dengansemakin baiknya hasilperamalan, maka  semakinbesar dan baik pulaikliminvestasi yangakan terjadi.

2. Keuntungan yangdicapaiperusahaan

Semakin besarkeuntungan yang diperoleh perusahaan,maka semakin terbuka pulakesempatan sebagian dari keuntungan tersebutuntukdiinvestasikan kembali kedalam kegiatan perusahaan yang nantinya akan mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian Negara tersebut.

3. Perubahan danperkembanganteknologi

Kemajuan teknologi juga penting dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Semakincepatperubahan teknologi, maka akan semakin memacu setiap pelaku usaha untuk menginvestasikan dananya  guna mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

4. Kestabilan perekonomian negara

Faktor ini merupakan pertimbangan yang  sangat penting bagi investor dalam menjamin kepastian mereka berinvestasi karena bila keadaan perekonomian yang stabil makahaltersebut  akanmendorong terciptanya ikliminvestasi yangamanbagiinvestor, dan tentunya suatuyangmenguntungkan bagi perkembangan perekonomian secara umum.

5. Tingkatsukubunga

Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Tingkatsuku bungayangtinggiakan menyebabkan dana yangdiperolehdengan kredituntuk investasi menjadi mahal.Akibatnya akanmembebaniprosesproduksidenganbiayayangtinggi, yangberakibatlanjuttidakefisiennyaoutputyangdihasilkan.Semakinrendah tingkatbunga,maka akanmunculkecenderungan duniausahauntuk memperbanyakpengeluaranuntukinvestasi.

6. Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi  akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat  mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga  relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan  sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam  mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

7. Birokrasi perijinan

Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

 

MODAL DALAM KEMAJUAN PEREKONOMIAN NEGARA BERKEMBANG

Di dalam suatu negara, terutama di negara yang sedang berkembang, modal merupakan salah satusyarat utama dalam mencapai kemajuan ekonomi. Karena dengan modal itulah para pelaku ekonomidapat meningkatkan kemampuan produksinya, dan sebaliknya kekurangan modal akan menghambatproses produksi.

Kekurangan modal dalam proses ekonomi di negara berkembang menyebabkan negara tersebut tetap miskin. Dimana kekurangan modal ini disebabkan oleh rendahnya investasi, sedangkan rendahnya investasi disebabkan oleh rendahnya tingkat tabungan. Rendahnya tingkat tabungan disebabkan oleh tingkat pendapatan, sedangkan rendahnya pendapatan dikarenakan tingkat produktivitas yang rendah dari tenaga kerja, sumber daya alam dan modal. Rendahnya produktivitas disebabkan oleh keterbelakangan penduduk dan belum di manfaatkannya sumber daya alam serta kurangnya modal.

oleh karena itu untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan suatu Negara, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting.

 

Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dilink berikut:

http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi

http://lindapushyy.blogspot.com/2013/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab9-investasi_dan_penanaman_modal.pdf

http://sofiyasmin27.blogspot.com/2012/06/investasi-dan-penanaman-modal.html