TUGAS2 / PEREKONOMIAN INDONESIA

SKEMA HUBUNGAN 3 PELAKU EKONOMI POKOK DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Didalam perekonomian Indonesia dikenal tigapelaku ekonomipokok (sering disebut sebgai agen-agen pemerintah dalam pembangunan ekonomi) yaitu:

3ekonomi

Masing masing pelaku tersebut memiliki prioritas fungsi sebagai berikut:

Koperasi

 

Pemerataanhasil ekonomi pertmbuhan kegitan ekonomi kestabilan yang mendukung kegiTn ekonomi
Sek. Swasta

 

Pertumbuhan kegiatan ekonomiPemerataan hasil ekonomiKestabilan yang mendukungkegiatan ekonomi
Sek. Pemerintah / Pemerintah BUMN Kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi Pemerataanhasil ekonomiPertumbuhankegiatan ekonomi

Dari skema diatas terlihat hubungan saling ketergantungan/ keterkaitan yang integratif antar tiga pelaku ekonomi pokok dalam perekonomian indonesia. Dimana pelaku pokok tersebut terdiri dari Koperasi, Sektor Pemerintah atau lebih dikenal dengan BUMN, dan Sektor Swasta. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

1. Pemerintah (BUMN)

Dalam hal ini pemerintah bertugas sebagai pengatur kegiatan ekonomi. yakni

a. Pemerintah sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi

Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.

b . Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi pemerintah juga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Dalam rangka melaksanakan peranannya tersebut

2. Swasta (BUMS)

BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMS merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMS didirikan dalam rangka ikut mengelola sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam melakukan perannya mengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha BUMS terus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan.

3. Koperasi

Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.

  • Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
  • Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

 

DEFINISI SISTEM PEREKONOMIAN FREE FIGHT LIBERALISM, ETATISME DAN MONOPOLIS

1. Sistem Free Fight Liberalism

Sistem ekonomi yang diuraikan oleh Adam Smith yang mempunyai kaitannya dengan “kebebasan individu” yang artinya memberikan kebebasan individu untuk melakukan kegiatan ekonomi tanpa pembatasan. Dan merupakan kebebasan usaha yang tak terkendali, sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah. Dengan dampak semakin bertambah luasnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

2. Sistem Etatisme

Suatu paham dalam pemikiran politik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan. Negara adalah sumbu yang menggerakkan seluruh elemen politik dalam suatu jalinan rasional, yang dikontrol secara ketat dengan menggunakan instrumen kekuasaan serta keikutsertaan pemerintahan yang terlau dominan, sehingga mematikan motivasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat

3. Sistem Monopolis

Suatu bentuk pemusatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli.

 

ALASAN PEREKONOMIAN INDONESIA TIDAK MENGINZINKAN KE 3 SISTEM TERSEBUT

Sistem perekonomian di Indonesia sangat menentang adanya sistem Free Fight Liberalism, Etatisme (Ekonomi Komando) dan Monopoli, karena sistem ini memang tidak sesuai dengan sitem ekonomi yang dianut Indonesia yang demikian didalam perekonomian Indonesia tidak diizinkan.

Selain itu ke 3 sistem tersebut juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian Indonesia, seperti halnya sistem Free Fight Liberalism yang dapat mengakibatkan persaingan bebas yang tidak sehat antar masyarakat, terjadi Jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin dan sistem ini dianggap tidak cocok dengan kebudayaan Indonesia dan berlawanan dengan semangat gotong-royong yang tercantum dalam UUD 1945 Pasal 33.

Kemudian dampak buruk yang ditimbulkan oleh sistem Etatisme (Ekonomi Komando) yang pernah terjadi pada tahun 1960-an sampai masa orde baru seperti semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai eksport atau hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek ‘Mercu Suar’. dan pada sistem Monopoli mengakibatkan persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Yang terakhir adalah Indonesia merupakan Negara yang menganut Sistem Ekonomi Demokrasi, yang dapat diartikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

 

 

Sumber:

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf

http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:PelakuPelaku_Ekonomi_Dalam_Sistem_Perekonomian_Indonesia_8.2_(BAB_15)

http://fauziahezzy.wordpress.com/2014/04/10/tugas-2-perekonomian-indonesia/

http://nadiaslittleadventure.blogspot.com/2014/02/pengertian-free-fight-liberalism.html

http://ireneaulia.blogspot.com/2012/03/menentang-adanya-sistem-free-fight.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s